MARHABAN YA AHLIL KHAIR

Burdah Fashl 1

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Fashl 1



مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
    عَلٰى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Ya Allah, Limpahkanlah Shalawat serta Salam Sepanjang Masa
Kepada Kekasih-Mu yang terbaik diantara seluruh makhluk Yang Engkau Ciptakan
                                
١الْحَمْدُ لِلّٰهِ ٢مُنْشِى ٣الْخَلْقِ ٤مِنْ عَدَمِ
٥ثُمَّ الصَّلَاةُ ٦عَلَى الْمُخْتَارِ ٧فِى الْقِدَمِ
Arti:
1)Sesungguhnya Segala Puji hanya bagi Allah 2)Yang Menciptakan 3)Makhluk 4)dari Adam
5)Kemudian Rahmat Allah Yang Maha Mulia tetap tercurahkan 6)kepada Nabi Yang Terpilih (Nabi Muhammad SAW) 7)sejak jaman dahulu



Penjelasan:

Memulai membaca maupun menulis kitab-kitab atau risalah-risalah dengan bacaan basmalah maupun hamdalah itu diperintahkan dalam syari’at agama, ada dasar hadits Nabi Muhammad SAW :



“Semua perkara (urusan) yang baik yang tidak dimulai dengan bacaan bismillah atau alhamdulillah maka (perkara tersebut) kurang mendapatkan berkah,”Jadi walaupun bait ini tidak termasuk dalam qasidah burdah, namun suatu keutamaan yang sangat baik apabila diawali dengan basmalah dan hamdalah. Menurut para ahli ilmu adab atau ahli sastra, qasidah-qasidah itu menerangkan maksud yang pokok. Seperti dalam menyebut kekasih, bisa diterangkan dengan penjelasan perasaan yang susah ketika ditinggal mati oleh kekasih tersebut dan  beserta peninggalan-peninggalannya yang bermanfaat yang telah terputus (dengan meninggalnya kekasih tersebut). Cara-cara para ahli sastra tersebut dinamakan husnul mathla’I (cara pandang yang baik). Wallaahu’alam.

١اَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ٢بِذِى سَلَمِ

٣مَزَجْتَ٤دَمْعًا٥جَرٰى٦مِنْ مُّقْلَةٍ٧بِدَمِ

٨اَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ ٩مِنْ تِلْقَآءِ كَاظِمَةٍ

١٠وَ أَوْمَضَ الْبَرْقُ١١فِى الظَّلْمَاءِ١٢مِنْ اِضَمِ

Arti:

1)Apakah karena teringat para tetangga yang tinggal 2)di Dzi Salam,
3)Engkau cucurkan 4)air mata 5)yang mengalir 6)dari matamu bercampur 7)dengan darah.
8)(Atau) Apa karena tertiup angin 9)dari jalan Kazhimah?
10)(Atau) karena sambaran kilat 11)di dalam kegelapan 12)Jurang Idhom?

Makna:
Karena sebab apa Anda sampai menangis tersedu-sedu, sampai air mata Anda bercampur darah? Apa karena ingat dengan kekasih yang ada di Dzi Salam (Nama sebuah dusun bersejarah antara Mekkah dan Medinah)? Apa karena ada angin yang bertiup dari jalan Kazhimah (nama jalan menuju Mekkah) yang membawa berita tentang kekasih Anda? Apa memang ketika Anda melihat kilat menyambar dari kegelapan jurang Idhom, yang menggambarkan sifat kekasih yang menerangkan sinar di kegelapan hati?

Penjelasan:
Imam Muhammad bin Sa’id Al-Bushiri dalam menyusun Burdah, membayangkan seakan-akan beliau dalam keadaan bingung dan tidak sadar, sehingga dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri seperti pada kedua bait di atas.

Manfaat:
Kedua bait tersebut apabila ditulis di dalam piring atau mangkok, kemudian piring atau mangkok tersebut diisi dengan air hujan (dicampur hingga tulisan tersebut terhapus oleh air), kemudian airnya diminumkan ke kuda atau hewan yang nakal atau liar, Insya Allah dengan izin Allah, hewan tersebut bisa jinak. Wallahu’alam.



١فَمَا لِعَيْنَيْكَ٢ اِنْ قُلْتَ٣ اكْفُفَا ٤هَمَتَا
٥ وَ مَا لِقَلْبِكَ٦ اِنْ قُلْتَ٧ اسْتَفِقْ٨ يَهِمِ
Arti:
1)Maka apa yang ada di kedua matamu itu 2)jika engkau mangucapkan;3)”Tahanlah (Tangisanmu)!” 4)tetapi tangisanmu malah tambah deras sejadi-jadinya,
5)Dan apa itu yang ada di hatimu 6)jika engkau mengucapkan;7)”Sadarlah (dari kegundahanmu)!”  8)tetapi hatimu malah bertambah gundah gulana (menahan rindu),

Makna:
Anda berusaha untuk tidak mengakui cinta, tetapi mengapa ketika Anda memerintahkan kedua mata supaya menahan keluarnya air mata, tetapi malah tetap mengeluarkan air mata. Jika Anda memerintahkan kepada hati Anda supaya sadar, tetapi malah bertambah gundah (seperti orang gila / bingung).

١ اَيَحْسَبُ الصَّبُّ٢ اَنَّ الْحُبَّ٣ مُنْكَتِمٌ
٤مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ ٥ وَ مُضْطَرِمِ

Arti:
1)Apa Engkau kira orang yang 2)dimabuk cinta itu, 3)bisa menyimpan (perasaannya)
4)Di antara cucuran air matanya sendiri 5)dan hati yang sedang terbakar (api cinta)?

Makna:
Orang yang sudah jelas bercucuran air mata dan yang hatinya sedang terbakar api cinta itu ternyata kok masih mungkir tidak mau mengakui cintanya, mengapa orang itu mengira bahwa perasaan cinta dapat disembunyikan di antara cucuran air mata dan terbakarnya hati oleh cinta. Tentu saja tidak akan pernah bisa.
 


١لَوْ لَا الْهَوٰى ٢لَمْ تُرِقْ ٣دَمْعًا ٤عَلٰى طَلَلٍ
٥وَ لَا اَرِقْتَ ٦لِذِكْرِ الْبَانِ ٧وَ الْعَلَمِ

Arti:
1)Jikalau tak ada cinta, 2)maka Engkau tak akan menumpahkan 3)air matamu 4)meratapi puing-puing (kenangan rumahmu),
5)Dan tak akan susah tidurmu 6)karena mengingat tanaman-tanaman 7)dan gunung (yang ada di sekitarnya).

Makna:
Anda tentu saja sedang dimabuk cinta, seandainya tidak, Anda tidak akan mungkin mengeluarkan air mata dan tidak akan susah tidur, yang disebabkan karena teringat dengan pepohonan dan gunung-gunung yang ada di sekitar bekas rumahnya kekasih yang dicintai.


١فَكَيْفَ تُنْكِرُ ٢حُبًّا ٣بَعْدَ مَا شَهِدَتْ
٤بِهِ ٥عَلَيْكَ ٦عُدُوْلُ الدَّمْعِ ٧وَ السَّقَمِ
٨وَ اَثْبَتَ الْوَجْدُ ٩خَطَّىْ عَبْرَةٍ ١٠وَّ ضَنًى
١١مِثْلَ الْبَهَارِ ١٢عَلٰى خَدَّيْكَ ١٣وَ الْعَنَمِ
Arti:
1)Maka bagaimana Engkau mengingkari 2)perasaan cinta 3)setelah disaksikan sendiri
4)oleh dirimu sendiri, 5)Hal itu.. 6)tercucurnya air mata menjadi saksi yang adil bagimu 7)beserta dengan sakitnya (menahan rindu)
8)Dan menetapnya kesusahan 9)yaitu ada  di antara cucuran air mata 10)dan sakitnya (menahan rindu),
11)Ibarat seperti bunga mawar kuning, 12)kedua pipimu itu, 13)dan (berwarna pucat) seperti kayu ‘anam

Makna:
 Saksi-saksi yang jujur yaitu berupa cucuran air mata dan selalu merasa sakit dalam menahan rindu, cukup untuk membuktikan bahwa Anda adalah orang yang benar-benar memiliki perasaan cinta kepada kekasih. Dan perasaan susahnya Anda yang terus menerus ditunjukkan dengan dua bukti yaitu kedua pipi yang pucat karena sakit-sakitan menahan pilunya rindu dan bekas air mata karena tangisan Anda yang menjadi-jadi. Setelah semua penjelasan ini, bagaimana mungkin Anda masih dapat mengingkari perasaan cinta.

Manfaat:
Lima bait di atas yaitu bait ke tiga hingga bait ke tujuh, jika ditulis di kulit kodok yang telah disamak dan dibersihkan kemudian dikalungkan pada orang yang dicurigai (berbohong), maka Insya Allah dengan seizin Allah orang itu akan mengakui kebohongannya. 



١نَعَمْ ٢سَرٰى ٣طَيْفُ مَنْ اَهْوٰى ٤فَأَرَّقَنِى

٥وَ الْحُبُّ ٦يَعْتَرِضُ ٧اللَّذَّاتِ ٨بِالأَلَمِ

Arti:
1)Iya memang benar, 2)berjalan di malam hari 3) sambil membayangkan kekasih itu 4)tidak akan bisa tidur,
5)Dan perasaan cinta itu 6)menghalangi 7)kenikmatan 8)dengan deritanya (menahan rindu).

Makna:
Setelah terasa semakin tertekan, akhirnya Anda memang benar-benar memiliki perasaan cinta kepada kekasih. Dan Anda akan berkata,”Anda benar, ketika saya baru saja tidur, saya terbayang-bayang orang yang saya cintai, lalu saya terbangun kaget dan tidak dapat kembali tidur” Perasaan cinta Anda itu akan selalu menjadi halangan antara diri Anda sendiri dengan seluruh nikmat yang pernah Anda rasakan (di hati).

Manfaat:
Setiap setelah shalat Isya, jika bait di atas dibaca berkali-kali sampai tertidur, Insya Allah dengan izin Allah bacaan tersebut dapat menjadi sebab bertemu dengan Rasulullah SAW di dalam mimpi.
 

١يَا لَآئِمِ ٢فِى الْهَوَى ٣الْعُذْرِيِّ ٤مَعْذِرَةً
٥مِنِّىٓ ٦إِلَيْكَ ٧وَ لَوْ أَنْصَفْتَ ٨لَمْ تَلُمِ
٩عَدَتْكَ ١٠حَالِيَ ١١لَاسِرِّى ١٢بِمُسْتَتِرٍ
١٣ عَنِ الْوُشَاةِ ١٤ وَ لَا دَآئِ ١٥بِمُنْحَسِمِ
Arti:
1)Hai orang telah mengolok-olokan diriku! 2)Cintaku ibarat cinta 3)Bani Udzrah, 4)maafkanlah aku
5)dariku (permintaan maaf) 6)kepada Engkau, 7)jika Engkau ikut merasakan derita cintaku, 8)Engkau tidak akan (berani) meperolok-olok diriku.
9)Engkau telah mengetahui 10)bagaimana keadaanku, 11) tidak akan pernah rahasiaku pun 12) tertutup
13)Dari orang-orang yang senang mengadu domba (dengan olok-olokannya itu) 14)dan tidak akan pernah  penderitaanku pun 15)terlepas.

Penjelasan:
‘Udzrah merupakan nama sebuah dusun yang masyhur dimana para lelaki di sana merupakan ahli dalam prahara cinta dan para wanitanya tidak mudah terpikat. Di sini Imam Bushiri mengibaratkan cintanya kepada Rasululllah setulus cinta para lelaki ‘Udzrah kepada para wanita yang dicintainya.

Makna:
Oh teman-teman yang memperolok cinta Udzrahku,  kumohon maaf. Seandainya ada kesadaranmu merasakan derita cintaku, tentu saja Engkau tak akan memperolokku sampai keadaanku datang kepada Engkau sehingga Engkau mengetahuinya. Rahasiaku tak akan pernah tertutup dari orang-orang yang mengadu domba dengan olokan itu dan deritaku sedikitpun tak akan lepas akibat olokan itu.

Manfaat:
Seandainya ada perasaan sungkan atau malu dalam menegakkan syari’at Islam, maka bacalah bait di atas setiap setelah shalat fardu.


١مَحَضْتَنِى ٢النُّصْحَ ٣لٰكِنْ لَسْتُ ٤اَسْمَعُهٗ
٥اِنَّ الْمُحِبَّ ٦عَنِ الْعُذَّالِ ٧فِى صَمَمِ
٨اِنِّى اتَّهَمْتُ ٩نَصِيْحَ الشَّيْبِ ١٠فِى عَذَلٍ
١١وَ الشَّيْبُ ١٢اَبْعَدُ ١٣فِى نُصْحٍ ١٤عَنِ التُّهَمِ

Arti:
1)Engkau layangkan kepadaku 2)sebuah nasihat, 3)tetapi tiada Aku 4)mendengarkan nasihat itu,
5)Sungguh orang yang sedang dimabuk cinta itu, 6)terhadap orang-orang yang mengolok-olok itu, 7)dalam keadaan tuli (tak bisa mendengarkan apa pun yang dinasehati)
8)Sungguh kuanggap 9)nasihat orang-orang tua itu 10)sebagai olokan,
11)Padahal orang tua itu 12)lebih tinggi 13)dalam memberikan nasihat 14)(dilihat) dari pengalamannya

Makna:
Anda sudah sangat ikhlas dalam memberikan nasihat kepadaku, tetapi sayang sekali, Aku tak dapat mendengarkan nasihat Anda. Memang orang yang sedang dimabuk cinta itu selalu tiada dapat mendengarkan (tuli) ucapan-ucapan orang yang senang mengolok-olok. Aku benar-benar curiga terhadap nasihat yang datang dari siapa pun, walaupun nasihat tersebut datang dari orang tuaku sendiri, padahal orang tua itu tidak sepatutnya dicurigai.
 


مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
    عَلٰى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Ya Allah, Limpahkanlah Shalawat serta Salam Sepanjang Masa
Kepada Kekasih-Mu yang terbaik diantara seluruh makhluk Yang Engkau Ciptakan